SK: Memahami ragam wacana tulis dengan membaca intensif dan membaca memindai

KD: 1. Membedakan antara fakta dan opini dalam teks iklan, surat kabar, melalui kegiatan membaca intensif

2. Menemukan informasi yang di perlukan secara cepat dan tepat dan indeks buku melalui kegiatan membaca memindai

CARA MEMBEDAKAN FAKTA DAN OPINI

Membedakan Fakta dan Pendapat


Fakta (bahasa Latin: factus) dalam istilah keilmuan merupakan suatu hasil observasi yang obyektif dan dapat verifikasi. Fakta adalah pengamatan yang telah diverifikasi secara empiris. Fakta dalam prosesnya kadangkala dapat menjadi sebuah ilmu.
Contohnya, fakta bahwa bumi ini bulat. Ketika seseorang mengelilingi bumi dengan berjalan ke arah timur atau ke arah barat, pada akhirnya ia akan kembali ke titik awal. Fakta ini bukan berdasarkan sudut pandang pribadi, atau pendirian dari kelompok tertentu saja. Karena riset telah membuktikan dan memang telah terbukti 100% (diverifikasi) bahwa bumi ini bulat. Fakta inipun menjadi sebuah teori dalam ilmu pengetahuan.

Opini adalah pendapat, pikiran, pendirian, pandangan, perspektif dan tanggapan mengenai suatu kejadian, keadaan, dan desas-desus tentang sesuatu hal.
Contohnya, banyak orang berpendapat bahwa perempuan merokok adalah perempuan yg ga benar. Padahal belum tentu begitu. Nyatanya banyak perempuan perokok yg merupakan orang baik2. Jadi pendapat ini hanyalah berdasarkan sudut pandang pribadi / sekelompok orang saja. Tidak ada yg dapat memverifikasi (menjamin/mensahihkan) bahwa pendapat ini 100% benar adanya.

Namun perlu kita ketahui bahwa ada opini yang memang berdasarkan fakta. Contohnya, fakta (hasil riset) menunjukkan bahwa rokok mengandung racun yang membahayakan kesehatan. Ini sudah diverifikasi secara empiris, bahkan oleh WHO. Dari fakta inilah kemudian muncul opini bahwa merokok itu adalah hal yg tidak baik.

JALUR AMAN MUDIK LEBARAN “

Arus mudik lebaran, setiap tahunnya, lebih padat ketimbang Tahun Baru. Betapa tidak. Karena seluruh lapisan masyarakat ikut ambil bagian dalam mudik lebaran ini. Sementara itu, pada Tahun Baru hanya kaum “berduit” yang merayakannya sambil pergi ke luar daerah Mudik memang sudah jadi kebiasaan masyarakat kita pada setiap lebaran tiba. Menurut data dari Pemda DKI, hampir 50 % penduduk DKI yang kini berjumlah 9,7 juta jiwa akan mudik ke darahnya masing-masing. Angka ini meningkat 7 % dari jumlah pemudik tahun lalu Dari jumlah itu, 1,25 juta jiwa diantaranya akan mudik berlebaran menggunakan jasa angkutan umum, seperti bus kereta api. Sementara sisanya, sekitar 3, 75 juta jiwa menggunakan kendaraan pribadi. Angkutang umum yang mengangkut pemudik, menurut Organda DKI, berjumlah 2.490 kendaraan. Kendaraan milik anggota organda sendiri sebanyak 1.540, sedangkan sisanya kendaraan yang disediakan oleh Perum PPD dan Masyarakat Bakti.

Dari perkiraan jumlah tersebut bisa dibayangkan betapa akan macetnya beberapa ruas jalan yang akan dipakai pemudik di Jabar, Jateng, dan Jatim. Apalagi antisipasi untuk menangkal kemacetan lalu lintas terkesan tidak digarap secara serius. Di beberapa ruas jalan yang rawan kemacetan pada tahun lalu , diperkirakan akan terjadi lagi. Di antaranya di ruas jalan utara Cikampek – Cirebon – Semarang. Seperti sudah sering terjadi, di ruas jalan ini kemacetan diperkirakan mencapai puncaknya pada tiga hari menjelang lebaran dan tiga hari sesudah lebaran. Karena itu, baik Ditlantas Mabes Polri maupun Departemen Perhubungan, menyarankan para pemudik untuk mengambil jalan-jalan alternatif yang kondisinya tak kalah baiknya. Misalnya, setelah keluar pintu Tol Cikampek, alternatif menuju Semarang tak harus melewati jalur utara. “pilihlah jalur selatan”, tegas Soejono. Lebih jauh Dirjen Perhubungan Darat itu mengungkapkan, upaya untuk mencegah terjadinya kemacetan di jalur utara antara lain dengan menutup sementara arus lalu lintas yang datang dari timur menuju ke barat.

Arus dari timur kemudian dialihkan untuk sementara melalui rute selatan. Ada beberapa alternatif untuk mengalihkan arus lalu lintas ini. Pertama, dari Semarang menuju Tegal, selanjutnya ke Slawi – Ketanggungan – Ciledug – Kuningan – Cikijing – Majalengka – Kadipaten – Bandung – Jalan Cagak – Cikampek , kemudian lewat tol menuju jakarta. Alternatif kedua, dari Semarang langsung ke Yogyakarta – Purworejo – Banjar – Ciamis – Tasikmalaya – Leles – Nagrek – Bandung – Ciawi, kemudian masuk tol menuju Jakarta. Setelah membaca bacaan tersebut, maka tentukan fakta, opini dan kesimpulan.

Memahami Hakikat dan Karakteristik Membaca Intensif

Membaca intensif adalah membaca secara cermat untuk memahami suatu teks secara tepat dan akurat. Kemampuan membaca intensif adalah kemampuan memahami detail secara akurat, lengkap, dan kritis terhadap fakta, konsep, gagasan, pendapat, pengalaman, pesan, dan perasaan yang ada pada wacana tulis Membaca intensif sering diidentikkan dengan teknik membaca untuk belajar. Dengan keterampilan membaca intensif pembaca dapat memahami baik pada tingkatan lateral, interpretatif, kritis, dan evaluatif. Aspek kognitif yang dikembangkan dengan berbagai teknik membaca intensif tersebut adalah kemampuan membaca secara komprehensif. Membaca kompres-hensif merupakan proses memahami paparan dalam bacaan dan menghubungkan gambaran makna dalam bacaan dengan skemata pembaca guna memahami informasi dalam bacaan secara menyeluruh. Kemampuan membaca intensif mencakup 1) kemampuan pemahaman literal, 2) pemahaman inferensial, 3) pemahaman kritis, dan 4) pemahaman kreatif. Karakteristik membaca intensif mencakup 1) membaca untuk mencapai tingkat pemahaman yang tinggi dan dapat mengingat dalam waktu yang lama, 2) membaca secara detail untuk mendapatkan pemahaman dari seluruh bagian teks, 3) cara membaca sebagai dasar untuk belajar memahami secara baik dan mengingat lebih lama, 4) membaca intensif bukan menggunakan cara membaca tunggal (menggunakan berbagai variasi teknik membaca seperti scanning, skimming, membaca komprehensif, dan teknik lain), 5) tujuan membaca intensif adalah pengembangan keterampilan membaca secara detail dengan menekankan pada pemahaman kata, kalimat, pengembangan kosakata, dan juga pemahaman keseluruhan isi wacana, 6) kegiatan dalam membaca intensif melatih siswa membaca kalimat-kalimat dalam teks secara cermat dan penuh konsentrasi. Kecermatan tersebut juga dalam upaya menemukan kesalahan struktur, penggunaan kosakata, dan penggunaan ejaan/tanda baca, 7) kegiatan dalam membaca intensif melatih siswa untuk berpikir kritis dan kreatif, dan 8) kegiatan dalam membaca intensif melatih siswa mengubah/menerjemahkan wacana-wacana tulis yang mengandung informasi padat menjadi uraian (misalnya: membaca intensif tabel, grafik, iklan baris, dan sebagainya)

Teknik-teknik membaca intensif dapat berupa SQ3R, OPQRST, dan KWLU. Teknik tersebut melatih dan membekali pembaca dengan suatu metode studi (belajar) yang sistematis. Teknik-teknik membaca intensif ini didasari oleh teori skemata. Teori skemata ini mencetuskan gagasan bahwa inti dari pemahaman dimainkan oleh suatu struktur kognitif yang disebut skemata.

Memahami Hakikat dan Karakteristik Membaca Ekstensif

Membaca ekstensif adalah membaca untuk kesenangan dengan penekanan pada pemahaman umum. Dalam program membaca ekstensif seseorang dituntut untuk dapat mengakses sebanyak mungkin judul buku/artikel/berita dengan topik-topik yang sudah populer. Dalam program membaca ekstensif kemampuan dan kemauan membaca seseorang diamati secara teratur baik dengan catatan formal maupun tidak formal oleh pembaca sendiri. Catatan harian dan buku laporan digunakan bersama dengan catatan judul dan komentar terhadap apa yang dibaca. Membaca ekstensif dilakukan dalam rangka menumbuhkan kesenangan dan kemauan membaca beragam wacana tulis dalam bahasa target (bahasa yang sedang dipelajari). Dengan membaca ekstensif seseorang dapat meningkatkan kemampuan dan minat bacanya.

Membaca ekstensif memiliki beberapa karakteristik yang meliputi 1) membaca sebanyak mungkin wacana tulis (dilakukan di luar kelas), 2) topik dan bentuk wacana yang dibaca bervariasi, 3) pembaca memilih apa yang ingin dibaca (memperhatikan minat), 4) tujuan membaca berkaitan dengan kesenangan, memperkaya informasi, dan pemahaman umum terhadap isi teks/wacana, 5) dalam membaca ekstensif akan terjadi penguatan diri sendiri, 6) pembaca membuat jurnal apa yang telah dibaca dan bagaimana komentar terhadap yang dibaca, 7) bersifat individual dan bersifat membaca senyap, 8) Aspek kebahasaan tidak menjadi penghalang pemahaman (bacaan dipilih, 9) kecepatan membaca cukup (tidak cepat dan tidak lambat), 10) menggunakan teks yang tidak terlalu sulit (hanya satu dua kata yang sulit, 11) pembaca tidak diberi tes sesudah membaca (pembaca hanya memberikan respons personal/komentar terhadap apa yang dibaca), dan 12) membaca ekstensif membantu pembaca untuk mengenali beberapa fungsi teks dan cara pengorganisasian teks.

Hakikat dan Karakteristik Scanning (Membaca Memindai)

Scanning atau membaca memindai berarti mencari informasi spesifik secara cepat dan akurat. Memindai artinya terbang di atas halaman-halaman buku. Membaca dengan teknik memindai artinya menyapu halaman buku untuk menemukan sesuatu yang diperlukan. Teknik membaca memindai (scanning) adalah teknik menemukan informasi dari bacaan secara cepat, dengan cara menyapu halaman demi halaman secara merata, kemudian ketika sampai pada bagian yang dibutuhkan, gerakan mata berhenti. Mata bergerak cepat, meloncat-loncat, dan tidak melihat kata demi kata.
Dalam kehidupan sehari-hari scanning digunakan, antara lain untuk: mencari nomor telepon, mencari kata pada kamus, mencari entri pada indeks, mencari angka-angka statistik, melihat acara siaran TV, melihat daftar perjalanan, mencari makna kata dalam kamus/ensiklopedi, dan menemukan informasi tertentu yang terdapat dalam daftar.

Karakteristik membaca memindai (scanning) adalah (1) scanning mencakup pencarian secara cepat dengan gerakan mata dari atas ke bawah menyapu seluruh teks untuk mencari fakta khusus, informasi khusus, atau kata-kata kunci tertentu, (2) manfaat scanning adalah dapat mencari informasi dalam buku secara cepat, (3) scanning merupakan teknik membaca cepat untuk menemukan informasi yang telah ditentukan pembaca, (4) pembaca telah menentukan kata yang dicari sebelum kegiatan scanning dilakukan, dan (5) pembaca tidak membaca bagian lain dari teks kecuali informasi yang dicari.
Scanning dilakukan dengan cara (1) menggerakkan mata seperti anak panah langsung meluncur ke bawah menemukan informasi yang telah ditetapkan, (2) setelah ditemukan kecepatan diperlambat untuk menemukan keterangan lengkap dari informasi yang dicari, dan (3) pembaca dituntut memiliki pemahaman yang baik berkaitan dengan karakteristik yang dibaca (misalnya, kamus disusun secara alfabetis dan ada keyword di setiap halaman bagian kanan atas, ensiklopedi disusun secara alfabetis dengan pembalikan untuk istilah yang terdiri dari dua kata, dan sebagainya). Dengan pemahaman tersebut diharapkan dapat menemukan informasi secara lebih cepat.

Membaca Memindai Buku Berindeks

Tujuan Pembelajaran:
Siswa diharapkan mampu menemukan informasi yang diperlukan secara cepat dan tepat dari indeks buku melalui kegiatan
membaca memindai.

Membaca memindai atau scanning adalah membaca untuk menemukan informasi secara cepat dan tepat. Membaca memindai sering dimanfaatkan antara lain untuk:

  1. mencari kata dalam kamus,
  2. mencari entri pada indeks,
  3. mencari nomor telepon,
  4. melihat angka statistik,
  5. melihat daftar pelajaran, dan
  6. melihat jadwal dan sebagainya

Kamu akan memindai suatu indeks dalam sebuah buku. Indeks adalah daftar kata atau istilah penting. Halaman indeks terletak pada bagian belakang atau akhir sebuah buku. Indeks tersusun menurut abjad. Setiap indeks dilengkapi dengan nomor halaman buku yang terletak di belakang istilah itu.
Ada beberapa kiat dalam membaca memindai antara lain sebai berikut.

  1. Gerakan mata dari atas ke bawah dengan cepat.
  2. Apabila istilah yang akan dicari diawali dengan huruf M, kita harus mencari di indeks yang dimulai huruf M pula.
  3. Bila informasi telah ditemukan, fokuskan perhatian dan mata pada bagian tersebut.
About these ads
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s